Perkuat Sinergi Swasembada Pangan, Kepala BRMP Kepri Jalin Koordinasi Strategis dengan DKPPKH
Tanjungpinang – Mengawali masa tugasnya sebagai Penanggung Jawab Swasembada Pangan di wilayah Kepulauan Riau, Kepala Balai Besar Modernisasi Pertanian Kepulauan Riau, Rudi Hartono, bergerak cepat membangun sinergi lintas sektor. Usai melaksanakan rapat koordinasi internal, bersama Plt. Kabag TU dan Tim Manajemen, Rudi Hartono melakukan koordinasi strategis dengan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Kesehatan Hewan (DKPPKH) Provinsi Kepulauan Riau, Rika Azmi (12/2).
Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut menjadi momentum penting untuk menyatukan ide dan gagasan dalam mengembangkan sektor pertanian di Provinsi Kepulauan Riau, khususnya dalam mendukung program swasembada pangan nasional.
Rudi Hartono menegaskan bahwa koordinasi lintas kelembagaan merupakan langkah awal yang krusial dalam membangun fondasi kerja yang solid di wilayah yang baru dipimpinnya. Menurutnya, keberhasilan program swasembada pangan tidak dapat berjalan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah pusat dan daerah.
Beberapa agenda strategis menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan tersebut, di antaranya program pengembangan pertanian Kepri tahun 2026 yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah kepulauan. Optimalisasi potensi lahan dan komoditas unggulan menjadi perhatian utama guna meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan.
Isu perberasan turut menjadi topik penting, termasuk penguatan Satgas Pangan sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan distribusi. Selain itu, pengembangan komoditas cabai dibahas secara khusus sebagai langkah konkret pengendalian inflasi daerah, mengingat cabai kerap menjadi penyumbang fluktuasi harga.
Dalam upaya mengatasi kelangkaan benih sumber, direncanakan pembentukan Desa Mandiri Benih di Kepulauan Riau dengan fokus pada komoditas padi. Program ini diharapkan mampu mengoptimalkan keberadaan benih insitu sekaligus memperkuat kemandirian petani dalam penyediaan benih berkualitas.
Pengembangan jagung untuk pakan juga menjadi perhatian, terutama seiring rencana pembangunan pabrik pakan di beberapa wilayah Kepulauan Riau. Langkah ini diproyeksikan mendukung kebutuhan pakan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.
Tak kalah penting, pembahasan juga menyentuh peningkatan kinerja Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), khususnya dalam pendataan pertanian berkelanjutan yang akurat dan terintegrasi. Penugasan PPL untuk memastikan kegiatan penyuluhan tetap berjalan optimal seperti sebelumnya menjadi komitmen bersama demi menjaga kesinambungan program di tingkat petani.
Selain fokus pada penguatan produksi dalam negeri, pertemuan tersebut juga mengangkat wacana ekspor sejumlah komoditas strategis Kepulauan Riau sebagai peluang peningkatan daya saing dan nilai tambah produk pertanian daerah.
Koordinasi ini diharapkan menjadi simbol kuat dukungan terhadap program-program Kementerian Pertanian dalam mewujudkan swasembada pangan. Ke depan, sinergi yang terbangun diharapkan mampu mempercepat transformasi pertanian Kepulauan Riau menjadi lebih modern, mandiri, dan berdaya saing, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional.